TANJUNGPINANG, Anambaspos.co.id – Jargon “Berbenah” yang jadi andalan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, kini babak belur dihajar kritik. Tokoh masyarakat Kepri, Andi Cori Patahuddin, geram dan menuding Pemko sengaja membiarkan warga hidup dalam kondisi kumuh akibat lemahnya pengawasan ke developer, Minggu (26/4/2026).
“‘Berbenah’ sudah basi! Yang dibenahi apa? Warga malah dibiarkan tenggelam dalam masalah. Kami lawan kebijakan yang menyengsarakan rakyat ini,” tegas Cori dalam rilis tertulisnya.
Cori membeberkan kondisi Perumahan Kristal Abadi sebagai contoh bobroknya pengawasan. Warga yang beli rumah dengan harga tinggi malah disiksa air keruh berbau got. Untuk mandi pun warga harus berpikir dua kali.
Tak hanya air, kerusakan merata di semua sisi: drainase buntu jadi sarang wabah, jalan baru hitungan minggu sudah berlubang, sanitasi amburadul. “Ini bukan kelalaian biasa. Ini pembiaran sistematis. Developer dikasih karpet merah, warga dikasih penyakit,” ujarnya marah.
Cori yakin bobroknya perumahan tak lepas dari peran OPD. Ia secara spesifik menyebut Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan Dinas Penanaman Modal PTSP patut dicurigai.
“Bagaimana ceritanya fasum hancur tapi bisa lolos serah terima? Izin kok gampang keluar? Ini bukan kerja profesional, ini kerja ‘stempel’. Saya duga ada permainan kotor antara oknum dan developer,” tuduh Cori.
Ia menuntut transparansi penuh. “Audit semua perizinan! Buka ke publik siapa yang tanda tangan terima fasum rusak. Kalau tidak ada apa-apa, kenapa harus takut?”
Kekecewaan Cori ke Lis Darmansyah sudah tak bisa dibendung. Dari barisan pendukung, kini jadi musuh utama. Ia menyebut wali kota gagal total menunaikan janji kampanye.
“Selamat tinggal Lis Darmansyah. Anda bukan pemimpin yang kami harapkan. ‘Berbenah’ hanya jadi bahan lelucon karena yang berbenah cuma nasib segelintir oknum. Sekali Anda khianati kepercayaan, jangan harap dapat lagi,” pungkasnya pedas.
Cori mendesak inspektorat dan APH turun tangan memeriksa OPD terkait. “Kalau Pemko diam, artinya mereka merestui penderitaan warga,” tutupnya.
Hingga berita ini naik, Pemko Tanjungpinang belum bersuara. Di lapangan, warga masih bertahan dengan air keruh dan jalan rusak sambil menagih janji “Berbenah” yang tak kunjung terbukti.








