ANAMBAS, Anambaspos.co.id – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh ratusan siswa-siswi SDN 001 Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Sebanyak 195 murid dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan gotong royong (goro) membersihkan lingkungan sekolah, Rabu (01/04/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan pasca libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah, sekaligus sebagai tindak lanjut dari surat yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas untuk seluruh satuan kependidikan atau sekolah di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas dengan perihal pelaksanaan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Asri (ASRI) sebagaimana yang tertulis dalam Surat Edaran (SE) Bupati Kepulauan Anambas Nomor : 20 Tahun 2026 dengan tujuan untuk meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan malalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.


Terpantau di lapangan, sejak pagi hari, para siswa tampak antusias membawa peralatan kebersihan seperti sapu, tempat sampah dan alat lainnya untuk mensukseskan kegiatan itu.
Mereka kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membersihkan area yang telah ditentukan, mulai dari ruang kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan sekitar.
Tidak hanya para murid, kegiatan ini juga melibatkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. Para guru terlihat aktif mendampingi siswa, memberikan arahan, serta memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan aman.

Kepala Sekolah SDN 001 Letung Muryana, S.Pd.SD mengatakan bahwa, kegiatan gotong royong ini bukanlah hal baru, melainkan sudah menjadi budaya yang terus ditanamkan kepada para siswa.
“Sejak dulu kami sudah membiasakan siswa untuk menjaga kebersihan melalui kegiatan piket harian sebelum proses belajar mengajar dimulai. Namun, kegiatan hari ini kita lakukan secara serentak agar lebih menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, momentum setelah libur Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk kembali menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan kepada para siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, salah satunya melalui budaya gotong royong ini,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus mengembangkan program-program yang berkaitan dengan kebersihan dan lingkungan hidup. Ke depan, sekolah berencana melibatkan paguyuban orang tua atau wali murid dalam kegiatan serupa.
“Peran orang tua sangat penting. Nantinya kita akan libatkan mereka dalam kegiatan gotong royong maupun penghijauan ringan di lingkungan sekolah, agar tercipta suasana yang lebih asri, sejuk, dan nyaman untuk proses belajar,” jelasnya.

Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan sejak dini. Para guru memberikan pemahaman langsung mengenai dampak positif lingkungan bersih terhadap kesehatan dan kenyamanan belajar.
Di lokasi kegiatan, suasana penuh keceriaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa tampak bersemangat bekerja sama dengan teman-temannya. Sesekali terdengar canda tawa di sela-sela aktivitas, mencerminkan kekompakan dan kebersamaan yang terjalin.
Sementara itu, para guru dan kepala sekolah terus memantau jalannya kegiatan, sekaligus memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat. Tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan masyarakat.
Kegiatan gotong royong ini pun menjadi salah satu langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang peduli lingkungan, berkarakter, serta memiliki jiwa kebersamaan yang kuat di tengah kehidupan bermasyarakat. (**).








