Cara Menghindari Gaya Hidup Hedonisme Agar Tidak Membuat Keuangan Merana (Opini Oleh : Venny Herdany)

  • Whatsapp

Pada dasarnya, manusia tidak lepas dari kegiatan konsumsi. Konsumsi adalah naluri dan tabiat utama manusia, mulai dari makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, akses komunikasi, liburan, hingga penggunaan jasa. Maka, dalam segala hal, manusia adalah konsumen. Artinya, kegiatan konsumsi merupakan sebuah kegiatan yang wajar dan asasi bagi setiap manusia.

Di masa pandemic covid-19 sekarang banyaknya masyarakat berhenti bekerja akibat dari pengurangan karyawan, kebutuhan ekonomi yang semakin banyak tetapi tidak ada pemasukan keuangan. Sebagian orang yang hoby hedonisme(berfoya-foya) semakin sulit akibat tidak adanya pemasukan. Hedonisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu hedonismeos dengan kata dasar hedone. Kata hedone memiliki arti ‘kesenangan,’ sedangkan hedonismeos diartikan sebuah cara pandang yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kesenangan sebanyak mungkin. Kesenangan tersebut bisa didapatkan melalui berbagai cara, seperti menikmati hiburan, memiliki harta, kegiatan seksual, dan sebagainya.
Lalu Bagaimana Kajian Sosiologi Memandang Gaya Hidup Hedonisme?

Jean Baudrillard berpendapat yang dikonsumsi oleh masyarakat konsumeris (consumer society) bukanlah kegunaan dari suatu produk melainkan citra atau pesan yang disampaikan dari suatu produk. Masyarakat konsumsi merupakan kunci utama dalam Baudriillard untuk menunjukan gejala konsumerisme yang sangat luar biasa dan telah menjadi bagian dan gaya hidup manusia modern.

Masyarakat modern adalah masyarakat konsumtif. Masyarakat yang terus menerus berkonsumsi. Namun konsumsi yang dilakukan bukan lagi sekedar kegiatan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar dan fungsional manusia. Masyarakat modern tidak cukup hanya mengkonsumsi sandang, pangan, dan papan saja untuk dapat bertahan hidup. Meskipun secara biologis kebutuhan makanan dan pakaian telah cukup terpenuhi, namun untuk kebutuhan dalam tatanan pergaulan sosial dengan sesama manusia lainnya, manusia modern harus mengkonsumsi lebih dari itu. Dapat dikatakan bahwa masyarakat modern saat ini hidup dalam budaya konsumen. Sebagai suatu budaya, konsumsi sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan mampu menstruktur kegiatan keseharian di masyarakat.

Nilai-nilai pemaknaan dan harga diri menjadikan sesuatu yang dikonsumsi menjadi semakin penting dalam pengalaman personal dan kehidupan sosial masyarakat. Konsumsi telah masuk ke dalam rasionalitas berpikir masyarakat dan teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Makna dari hedonisme ini bagi sebagian besar masyarakat mendeskripsikan hedonisme sebagai sebuah perilaku konsumtif atau konsumerisme yang berdampak buruk bagi penganutnya. Tentu saja gaya hidup ini dipengaruhi faktor internal dan eksternal, di antaranya:
Sedari kecil terlalu dimanjakan orangtua, diberi berbagai fasilitas atau kemudahan sehingga merasa selalu mendapatkan apa yang diinginkan tanpa mempedulikan neraca kebutuhan, dan faktor lainnya
Kehadiran ‘influencer’ di media sosial sangat mempengaruhi rasa kecemburuan untuk memiliki benda-benda mewah yang sebenarnya tidak sanggup untuk didapatkan sehingga memaksakan segala cara meskipun harus berutang.

Seseorang yang mempunyai gaya hidup hedonisme cenderung memikirkan apa yang di tampilkan. Seperti ingin selalu membeli tas, baju, sepatu yang baru. Tanpa memikirkan pemasukan sehari-harinya. Nah disini penulis ingin memberikan tips untuk menghindari perilaku hedonisme.

Mencatat Apa yang Menjadi Kebutuhan
Tulis daftar keutuhan tersebut, dan tanamkan dalam pikiran Anda sehingga daftar tersebut akan menjadi pengingat. Jadi ketika timbul hasrat membeli sesuatu di luar kebutuhan, Anda harus berpikir panjang apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak, masih bisa ditunda atau tidak.  Berusaha menjalankan komitmen tersebut, sehingga Anda mampu menahan hawa nafsu untuk membeli barang di luar kebutuhan.
Sebagai langkah awal, kamu harus tahu bahwa kebahagiaan tidak datang dari banyaknya materi dan benda-benda yang mahal harganya, melainkan berasal dari hati yang penuh syukur dalam menjalani kehidupan.

Selalu Bersyukur.                                        Selalu Bersyukur dalam setiap keadaan  keadaan khususnya atas apa yang sudah kamu miliki. Dengan bersyukur dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, maka kamu akan lebih tenang dan tidak mudah iri pada kehidupan orang lain. Tidak banyak mengeluh dan rajin beribadah, cara ini mampu membuatmu tidak lagi terjebak dalam gaya hidup hedonisme.

Pandai Memilih Teman
Kamu dikelilingi orang-orang yang memiliki gaya hidup hedonisme? Kamu pun jadi selalu berteman dengan orang-orang yang mampu secara materi dan suka hura-hura. Maka sebaiknya mulai sekarang mempertimbangkan hal ini. Apabila kamu berteman dengan orang-orang seperti itu malah memengaruhi gaya hidup dan membuat hidupmu boros. Sementara arti pertemanan itu sendiri seharusnya bisa menjadikan kamu pribadi yang lebih baik. Teman yang baik tentu akan berpengaruh terhadap kehidupanmu yang lebih positif.

Hidup Sederhana.                                      Hidup sederhana bukan berarti hidup dalam serba kekurangan. Dengan hidup sederhana maka cara hidupmu lebih mengutamakan kebutuhan dibanding tuntutan nafsu semata. Maka dari itu mulai sekarang kamu harus mampu memanfaatkan uang dengan bijaksana dan tidak menghambur-hamburkan uang untuk berbelanja kebutuhan yang tidak perlu.

Tanamkan hidup sederhana sedini mungkin agar kamu terhindar dari sifat pemborosan dan serakah yang menjadi dasar gaya hidup hedonisme.
Tentukan prioritas
Sifat konsumtif adalah sifat mutlak seorang hedonisme, orang-orang seperti itu cenderung tidak memiliki skala prioritas.
Orang-orang yang punya gaya hidup hedonisme tidak peduli apakah ia membeli barang dengan kondisi butuh atau tidak. Mereka akan berusaha memenuhi keinginan dengan berbagai cara, bahkan selalu memanfaatkan diskon, promo dan sebagainya meski sebenarnya tidak membutuhkan barang tersebut. Tak jarang orang dengan gaya hidup hedonisme tidak memiliki tabungan atau investasi untuk masa depannya. Maka kamu pun sekarang harus  bisa tentukan prioritas di dalam hidupmu, mulai dari barang yang ingin dibeli sesuai kebutuhan dan menanamkan pola pikir yang lebih menjanjikan untuk masa depan.

Fokus Kerja
Daripada hura-hura dan menghamburkan uang dari orangtua, lebih baik mendewasakan diri sebelum terlambat. Hidup hedonisme memang terlihat lebih senang dan tak peduli akan masa depanmu. Tapi ada baiknya mulai mundur dengan gaya hidup yang seperti itu. Mulailah menanamkan pola pikir untuk kerja keras, seperti bekerja kantoran atau mengasah kemampuanmu untuk mendapat penghasilan dari keringatmu sendiri.Kamu perlu memahami bahwa mencari uang itu tidak semudah yang kamu pikirkan. Dengan begitu kamu bisa menghargai uang dan lebih fokus bekerja. Jangan lupa juga membiasakan menabung ketika kamu memiliki keinginan untuk punya barang yang disukai. Gaya hidup hedonisme bisa merusak perilakumu, sebaiknya dihindari sejak dini dari gaya hidup yang hanya menuntut kesenangan semata.(*)

Opini Venny Herdany
Email: herdaniivennyy@gmail.com
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Sosiologi 2019 Semester 4