Mengenal Bosbow dan RTM di Madiun, Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda yang Bakal Disulap Jadi Kafe

AnambasPos.co.id
Dibaca: 73 x
  • Bagikan
Mengenal Bosbow dan RTM di Madiun, Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda yang Bakal Disulap Jadi Kafe
Bosbow di Kota Madiun - Foto: Antara

AnambasPos.co.id – Pemkot Madiun, Jawa Timur, berupaya mengembangkan potensi bangunan bersejarah yang ada di wilayahnya yakni Bosbow di Jalan Diponegoro dan Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jalan Ahmad Yani, untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Madiun.

Bosbow dan RTM itu seperti tidak terawat. Makanya konsep pengembangan ini nanti akan kita ajukan ke Kementerian Pertahanan. Kalau bisa kita kelola menjadi tempat wisata, malah bagus, tinggal perjanjiannya bagaimana,” ujar Wali Kota Madiun Maidi dalam kegiatan paparan desain Bosbow dan RTM di Balai Kota Madiun, Rabu.

Menurut dia, sesuai rencana, dua bangunan sejarah tersebut akan dikembangkan menjadi kafe dengan konsep era kolonial. Pihaknya merasa sayang potensi sejarah yang dimiliki bangunan tersebut tidak dioptimalkan.

Baca juga  Puncak HUT Korpri di Anambas Hadirkan Ketua Mahkamah Konstitusi RI

Pihaknya menilai jika dua lokasi itu tidak dikembangkan, maka masyarakat tidak akan mengetahui sejarah. Apalagi dua bangunan itu lokasinya berada di tengah kota, yang ke depannya memiliki prospek luar biasa.

Karena itu, konsep pembangunan mulai disusun tim dari Pemkot Madiun, untuk selanjutnya akan diajukan ke Kementerian Pertahanan pada awal Juli mendatang.

“Jadi cagar budayanya kita pertahankan. Kalau itu peninggalan sejarah, kita wujudkan sejarahnya sehingga orang ke situ itu bersih dan senang,” kata dia.

Baca juga  Rumah Maryamah Digeledah, Bupati dan Kasubbid BPKPAD Natuna Diperiksa

Maidi menambahkan, selain dikemas menarik, dua bangunan bersejarah itu juga sekaligus sebagai tempat edukasi anak-anak. Dengan begitu, generasi muda bisa mengetahui fungsi dari Bosbow dan RTM di zaman penjajahan Belanda hingga pemerintahan zaman dulu.

Untuk itu, konsep pengelolaan Bosbow dan RTM terus dimatangkan. Ia tidak ingin melakukan presentasi ke Kementerian Pertahanan tanpa memiliki konsep yang jelas.

Jika disetujui, maka selanjutnya dilakukan penandatanganan kontrak. Berikutnya pemkot akan melakukan pengelolaan dua kawasan itu menggunakan APBD kota. Alternatif lain, bisa dicarikan investor dari luar. Namun jika keduanya tidak disetujui, ia meminta pemerintah untuk membenahi dua bangunan itu agar terawat. Sehingga menambah keberadaan ikon menarik di Kota Madiun.

Baca juga  Wali Kota Surabaya Buka Wisata Air Kalimas Bakal Jadi Destinasi Wisata Favorit

“Aset bangunan sejarah yang ada di kota ini cukup banyak, baik asetnya kabupaten, provinsi, maupun TNI. Sayang jika tidak dikembangkan, makanya harus dioptimalkan,” katanya.

Sesuai sejarah dari berbagai informasi, Bosbow dulunya adalah Sekolah Kehutanan Menengah Atas atau “Middlebare Boschbouw School” (MBS) di Madiun yang didirikan oleh J.H. Becking, pimpinan Jawatan Kehutanan waktu itu pada 26 Agustus 1939.

Pendirian sekolah kehutanan (Bosbow) dikarenakan Madiun sebagai daerah yang berada di tengah-tengah kawasan hutan produksi jati di Jawa Timur. Namun pada masa penjajahan Jepang, MBS ditutup.

 

banner 120x600

sumber: Okezone

  • Bagikan

Terhubung dengan kami