Disela-sela Halalbihalal Elemen Pemuda Pringsewu: Berpesan Jangan Ada Lagi Politik SARA

AnambasPos.co.id
Dibaca: 65 x
  • Bagikan
Disela-sela Halalbihalal Elemen Pemuda Pringsewu Berpesan Jangan Ada Lagi Politik SARA
Elemen pemuda Kabupaten Pringsewu, Lampung, merajut tali silahturahmi dalam keberagaman, di Gedung NU Pringsewu, Minggu, 22 Mei 2022 - Foto: Ist.

AnambasPos.co.id – Sejumlah elemen pemuda di Kabupaten Pringsewu berpesan supaya tidak membawa SARA lagi ke dalam kontestasi politik menjelang pemilu-pilkada 2024. Pesan tersebut disampaikan dalam silaturahmi elemen Peuda Pringsewu saat menggelar halalbihalal Lebaran 2022.

Dikutip dari Beritasatu, kegiatan yang dipusatkan di Gedung NU Pringsewu, Minggu (22/5/2022) kemarin dihadiri ratusan pemuda lintas agama, masyarakat, komunitas dan organisasi. Di antaranya dari GP Ansor, Banser, Pemuda Katolik, Forum Pemuda Kristen, Perhimpunan Pemuda Hindu, Pemuda Budha, BPK Oi Pringsewu dan RamonesArt. Serta berbagai komunitas, terdiri dari Berbagi Nasi, Vespa Bambu Seribu, Indonesia Escorting Ambulance, My Trip My Adventure, Komunitas IT, dan Komunitas Sepeda Tua Indonesia.

Kegiatan yang dikemas dengan semangat nasionalisme ini, juga untuk menguatkan rasa persaudaraan pemuda dari berbagai latar belakang berbeda.

Baca juga  Partai Buruh Laporkan soal 75 hari Masa Kampanye di PKPU ke Bawaslu

Ketua Panitia, Fitri Amin Buchori mengungkapkan, elemen pemuda ini membawa jargon Kearifan Toleransi Adiwarna atau disingkat KiTA.

Menurutnya, jargon ini untuk mengingatkan kembali terkait siapa itu kita sebagai pemuda Indonesia yang berideologi Pancasila, yang bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Harapannya, lanjut dia, dengan keberagaman latar belakang itu menjadi hal yang indah ketika direkatkan dengan semangat budaya/kearifan toleransi.

Baca juga  Plt. Wali Kota Tanjungpinang Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2019

“Semua yang berbeda ini, kita satukan untuk menjadi satu kesatuan, mewujudkan Indonesia tetap dalam satu bingkai NKRI,” ujar Fitri Amin Buchori.

Tidak hanya itu, Fitri Amin Buchori yang akrab disapa Pi’i menambahkan, acara ini juga untuk memberi pesan jelang hajat politik yang akan datang, pemilu dan pilkada 2024. Diketahui intoleransi cenderung meningkat ketika ada gelaran kontestasi politik. Kondisi ini, seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019 lalu. Isu-isu agama kerap kali muncul dan kerap memancing konflik. Tidak menutup kemungkinan politisasi SARA akan terjadi lagi dalam hajat politik yang akan datang.

Baca juga  Kenal Orang Ini Siap-Siap Saja, Residivis ini Sudah Ditangkap Polisi

Terkait itu, kata Pi’i, elemen pemuda di Kabupaten Pringsewu berpesan supaya tidak membawa SARA lagi ke dalam kontestasi politik.

Mengingat dampaknya yang cukup besar bagi kehidupan harmonis masyarakat Indonesia yang heterogen.
Kegiatan ini pun mendapat dukungan pemerintah dan tokoh lintas agama di Pringsewu. Mereka turut hadir dalam Halalbihalal pemuda lintas agama, masyarakat, komunitas dan organisasi. Terdapat juga sejumlah organisasi dan komunitas lain sebagai undangan.

 

banner 120x600



  • Bagikan

Terhubung dengan kami