Puisi-puisi Asril Masbah


 

 

Asril Masbah saat membacakan puisi pada acara Gelar Pesona Seeni dan Budaya Anambas, pada beberapa waktu lalu.
Asril Masbah saat membacakan puisi pada acara Gelar Pesona Seni dan Budaya Anambas, pada beberapa waktu lalu.

 

Kepada Kawan 1

 

Kawan

Telah kita lalui lika liku laki-laki

Kian pelik

Namun belum jua bertemu jati diri

Tentang siapakah kita pada dunia

 

Kawan

Telahpun  kita sibukan diri pada lika liku laki laki

Dan seakan terjebak kita

Pada perangkap dunia

Berselubung desah

Menggelitik birahi

Lalu lunglai dibekap malam

Bagai malam-malam berhantu

 

Kawan

Mampukah kita lari

Dan kemudian mengasingkan diri

Dari desah dunia?

Sedang desah itu mebisik di telinga

Menjadi desah- desah panjang tanpa makna

Dan ataukah  kita tenggelam dalam desahan itu

Sebelum sempat kita eja kembali abjad diri

 

Kepada Kawan 2

 

Entahlah kawan

Entah sampai kapan kita bisa bertahan di sini

Menghabiskan hari-hari usang kita dengan selangit khayal

Kadang emosi datang mendera diri

Tersebab telahpun lama menungu  janji-janji

Sedang janji berujung mati

 

Maka berhentilah kawan

Berhentilah berharap pada dunia

Bertenanglah

Acuhkanlah janji-janji itu

Tersebab janji – janji itu menggerogoti otak kita

Lalu kitapun  didera waktu

sedang waktu pasti berlalu

Menuntut jawab dari pinta anak bini

 

Bergegaslah  kawan

Semoga esok masih kita baca berita gembira

Akan kita eja kembali  abjad diri

Seperti dulu sebelum kita mengenal dunia

 

Kepada Kawan 3

 

Kawan

Hari ini masihpun sempat bersua kita

Dengan cerita-cerita indah walau belum ada makna

Hanya menjadi makna-makna kenang

Kelak kita sudahpun renta dimakan usia

menjadi kenang-kenang buram

Tentang tulisan diri kita pada hidup

Bagi generasi nanti setelah kita mati

 

Kawan

Hari ini masih sempat bersua kita

BACA JUGA  Disdikpora Anambas Gelar Lomba Cano Tingkat SD dan SMP

Entahlah besok lusa

Sekali berpantang

Sudahlah,   itu tiada

 

Perjumpaan kita pada hari ini

Adalah yang kesekian kali

Kita bahas tentang dunia

Sedang lagu dunia sudahpun lama kita dendangkan

Lagunya lagu tipu-tipu

lagunya lagu goda-goda

 

Kawan

Berkali kita sebut tentang dunia

Masih saja kita sangsi

Akankah mampu kita membelainya

Sedang dunia sudah terlalu lama membelai kita …

 

Asril Masbah, Lahir di Letung, Pulau Jemaja tahun 1979. Tinggal di Tarempa, Ibu Kota Kepulauan Anambas. Aktiv di kegiatan jurnalistik. Mendirikan dan mengelola Surat Kabar Umum Anambas Pos. Suka berorganisasi. Dalam  waktu dekat berencana menggagas temu penyair se- Anambas.

 




Bagikan Artikel ini


Terhubung dengan kami