Polres Anambas Bongkar Prostitusi online, 1 Mucikari Diciduk

  • Whatsapp
Satreskrim Anambas menunjukan barang bukti yang di gunakan tersangka saat digelarnya konferensi pers.

PASIR PETI, AnambasPos.co.id Polisi resort (Polres) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menggelar konferensi pers terkait penangkapan 1 orang pria dewasa yang bertindak sebagai mucikari dan prostitusi di wilayah Anambas, Sabtu(28/08/2021) pagi.

Konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Anambas, Inspektur Satu (Iptu) Rifi Hamdani Sitohang S.Sos ketika itu menyebutkan bahwa, laki-laki yang berhasil diciduk tersebut berinisial MZ dan berperan sebagai mucikari prostitusi online.

Lebih lanjut lagi, dirinya juga membeberkan, tepat jam 23.00 Wib tanggal 19 Agustus tahun 2021 hari kamis, disalah satu hotel wilayah Tarempa, pelaku berhasil ditangkap dengan barang bukti berupa handphone merk advan dan redmi, 3 buah kondom merk sutra, 1 buah tisu magic yang telah digunakan, botol minuman keras serta pecahan uang tunai Rp.50.000 dan Rp 100.000 ribu rupiah yang telah digunakan sebagai transaksi.

” Sebelumnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya penyedia jasa seks melalui jaringan Whatshapp, dan dilakukan lah serangkaian penyelidikan guna mendapatkan modus terkait hal tersebut,” kata Iptu Rifi Hamdani Sitohang S.Sos dalam kegiatan yang berlangsung.

Tersangka MZ (baju Oren) juga dihadirkan saat berlangsungnya konferensi pers di Makopolres Anambas

Adapun modus yang dilakukan oleh MZ menurut keterangan yang disampaikan oleh Iptu Rifi, tersangka melakukan hal yang melanggar hukum tersebut dengan cara menyebarkan foto-foto wanita yang ingin di jajahkan lengkap tarif berbagai macam, hingga tempat yang telah disediakan kepada para pria hidung belang.

“Pengakuan tersangka MZ, dirinya mendapatkan keuntungan sekitar Rp. 200.000 ribu rupiah setiap kali bertransakasi, dan tersangka juga telah melakukan kegiatan ini lebih dari 2 kali,” kata Iptu Refi.

Dalam kesempatan itu, Iptu Rifi menjelaskan tersangka MZ akan dikenakan Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Tranksaksi Elektronik (ITE) pasal 45 ayat 1 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Lihat juga  Belajar Ilmu Ikhlas Saat Bertugas di TMMD

“Perkara tambahan di Kitab UU Hukum Pidana (KUHP) pasal 296 junto pasal 506 KUHP juga di persangkakan kepada tersangka,”terang Rifi.

Diakhir konferensi pers,Iptu Rifi menghimbau kepada seluruh masyarakat Anambas tidak melakukan kegiatan tersebut karena itu melanggar hukum.

Laporan : Tian
Editor : Slamet.

Pos terkait