Pemulasaran Hingga Pemakaman Jenazah Covid-19 di Jemaja Memakan Waktu 12 Jam, Anak Almarhumah Merasa Kecewa

  • Whatsapp
Saat sedang berlangsungnya pemakaman warga yang positif Covid-19 di TPU Desa Mampok, (Foto : Tamrin).

JEMAJA, AnambasPos.co.id – Salah satu warga Desa Mampok Kecamatan Jemaja ungkapkan rasa kecewa atas lambanya penanganan pemulasaran jenazah keluarganya yang akan dimakamkan sesuai protokol Covid-19 di Jemaja.

Rasa kekecewaan tersebut diungkapkan oleh Salim yang ketika itu mendapat musibah bahwa, orang tua yang sangat dicintainya telah meninggal dunia dan ditetapkan sebagai jenazah Covid-19 serta harus dimakamkan secara protokol Covid-19.

Awal mula dirinya beserta keluarga besar Salim telah mengiklaskan almarhumah untuk dimakamkan secara protokol yang telah diatur pemerintah, walaupun mendiang baru satu kali mendapatkan uji rapit test sebelum meninggal dunia.

“Hanya dirapit test satu kali dan hasilnya reaktif, tapi kita dari keluarga besar ikhlas jika almarhumah dimakamkan secara protokol Covid-19, demi menjaga kesehatan orang ramai dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” Kata Salim kepada AnambasPos.co.id. Sabtu, (14/08/2021).

Namun almarhumah ibu kandung Salim yang telah divonis meninggal dunia oleh pihak Puskesmas Letung pada hari Jum’at (13/08/2021) berkisar jam 08:00 pagi baru selesai dimakamkan sekitar jam 20:00 malam hari.

” Hampir 12 jam mediang ibu saya baru selesai disemayamkan, kenapa begini, padahal saat almarhumah baru meninggal dan harus dimakamkan secara protokol, saya sudah mempertanyakan kepada salah satu petugas Gustu Kecamatan Jemaja tentang kesiapan pelaksanaan pemulasaran jenazah serta Fardukifayah yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Anambas, mereka mengatakan bahwa semua kondisi aman, namun hingga jam 15:00 sore hari saya mendapat kabar bahwa tidak tersedianya kain kafan untuk jenazah,” Ungkap Salim.

Dengan kejadian tersebut, dirinya sangat merasa kecewa atas lambanya pelaksanaan pemulasaran jenazah yang dilakukan oleh Tim satgas Covid-19 Kecamatan Jemaja.

” Sebelumnya saya diminta untuk tenang dan tidak perlu repot-repot, kerena seluruh keperluan telah disiapkan. Namun kenyataanya beda, Jika memang tidak ada persiapan kenapa tidak dibicarakan, saya punya banyak bahan-bahan untuk pelaksanaan pengafanan,” terang Salim yang juga menjabat selaku ketua Babul Akhirat Desa Mampok.

Lihat juga  Waktu dan Sengat Terik Matahari Bakar Semangat Satgas TMMD Kalikondang

Untuk menggali informasi lebih lanjut tentang lambanya penanganan jenazah Covid-19 di Jemaja. Awak media menemui secara langsung ketua Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Jemaja dikediaman rumah pribadinya.

Saat melakukan konfirmasi terkait masalah yang terjadi, Ketua Gustu Covid-19, Abdulsani mengarahkan agar media ini menemui pihak kesehatan yang terdapat di Kecamatan Jemaja, dirinya juga menjelaskan bahwa didalam internal Gustu Covid 19 Kecamatan Jemaja, telah terdapat tupoksi masing-masing sesuai dengan bidangnya.

“Masalah pemulasaran jenazah Covid-19, coba kawan-kawan temui langsung pihak kesehatan yang terdapat di Jemaja yaitu UPT RSUD Jemaja, sebab didalam tubuh internal satgas Covid-19 Jemaja, telah ada tupoksi sesuai dengan masing-masing bidang,” kata Sani. Sabtu (14/08/2021).

Lebih dalam lagi, awak media ini juga mencoba menghubungi Direktur UPT RSUD Jemaja untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut.

Melalui pesan Wats’app, Direktur UPT RSUD Jemaja, Dr. Irwan Pernandi Sagala mengakui bahwa hingga saat ini memang belum ada pendistribusian Alat-alat untuk pelaksanaan pemulasaran dan juga ketersediaan peti jenazah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) untuk Rumah Sakit yang dipimpin olehnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dan terus menyampaikan seluruh kebutuhan yang diperlukan kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Anambas dan Dinas Kesehatan KKA pada waktu setiap kali mengikuti rapat yang digelar secara Vidio Converensi.

“Alat dan bahan untuk jenazah Covid-19 di UPT RSUD Jemaja memang belum ada, kita dari RSUD Jemaja selalu menyampaikan hal ini kepada Pemda KKA dan dinas terkait, namun penjelasan yang saya dapatkan bahwa pendistribusian Alat-alat penanganan jenazah Covid-19 tersebut hingga saat ini sedang dalam proses,” terang Irwan menjawab pesan Wats’app redaksi Anambaspos.co.id. Senin (16/08/2021).

Lihat juga  Berikut Kegiatan Gubernur Kepri Pada Lebaran Ketiga Idul Fitri 1440 Hijriyah

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) KKA, Heryanto dengan didampingi oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kasi P2P), Liza, ketika ditemui awak media menjelaskan bahwa pengadaan peti serta bahan pemulasaran jenazah Covid-19 telah dianggarkan, namun untuk pendistribusian hingga sampai ke UPT RSUD yang terdapat diseluruh Kepulauan Anambas sedang dalam proses. Dan terkait penyebab keterlambatan pendistribusian tersebut, dirinya mengatakan bahwa ini telah sesuai dengan penetapan anggaran melalui refocusing yang baru selesai terlaksana sekitar bulan Juni 2021 kemarin.

“Semua memang dianggarkan, namun untuk pendistribusian seluruh perlengkapan bahan terkait penanganan jenazah yang telah ditetapkan positif Covid-19 masih dalam proses, kami usahakan akan sampai ke tujuan dalam waktu dekat ini,” ucap Kadinkes KKA melalui Liza.

Laporan dan Editor : Slamet.

Pos terkait