Kelompok Tani Kembang Harapan Panen Padi Gunakan Alat  Seadanya

  • Whatsapp
Anggota Kelompok tani Kembang Harapan saat menggiling padi hasil panen mereka dengan menggunakan mesin sewa

BATU BERAPIT, JEMAJA, AnambasPos.co.id – Setelah melewati waktu perawatan selama tiga bulan, akhirnya Kelompok Tani Kembang Harapan  yang berada di Desa Batu  Berapit kecamatan  Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) akan merasakan  panen padi perdana yang  mereka tanam pada bulan April 2021 lalu.

“Alhamdulillah, setelah kita rawat selama tiga bulan, hari ini anggota kelompok tani Kembang Harapan akan merasakan panen perdana sekaligus memperlihatkan hasil padi yang kami tanam sejak bulan April lalu,” kata Mufasyir selaku ketua kelompok kepada AnambasPos.co.id, Rabu (14/07/2021).

Meski anggota kelompok tani tersebut  bekerja dengan menggunakan alat  seadanya, termasuk mesin penggilingan padi yang mereka sewa dari kelompok lain di  Jemaja Timur dengan harga Rp.100.000 per hari, namun kegiatan tersebut tetap mereka jalani demi mendapatkan hasil panen yang sangat diharapan.

“Mesin penggilingan padi kami pinjam dengan uang sewa sebesar seratus ribu rupiah per hari,” ucapnya.

Sementara itu, dilokasi yang sama, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Benih Pertanian, Iswandi, S.ST yang meninjau berjalan proses pemanenan saat itu mengatakan, pergerakan para petani Desa Batu Berapit ini secara tidak langsung akan memenuhi pangan para anggota kelompok itu sendiri. Apa lagi jika nanti ada inisiatif memperluas lahan, maka pangan masyarakat Desa Batu Berapit juga terpenuhi.

“Pergerakan para petani ini tentu akan memenuhi kebutuhan pangan di Desa Batu berapit. Jika nanti lahannya berkembang hingga lima atau mungkin sepuluh hektar, tentu masyarakat di desa ini terbantu pangannya,” jelas Iswandi.

Lebih dalam Lagi Iswandi mengatakan bahwa peran desa tentu akan menjadi sangat penting dalam memberikan support ataupun bantuan sarana yang dibutuhan para petani.

“Jadi peran desa disini sangat penting, mungkin bisa membantu sarana – sarana pertaniannya, penyuluhan atau mungkin memberikan jalan kerjasama antar pertanian. Maka akan menimbulkan semangat para petani –petani ini,” ujarnya.

Lihat juga  Begini Caranya Biar Harga Jual Cengkeh Bisa Mahal

Disisi lain, menurut Umar Lisman, Kepala Desa Batu Berapit, ketika ditemui AnambasPos.co.id di ruang kerjanya, segala kebutuhan para petani ini tergantung bagaimana pengajuan ke pihak desa. Dan kemudian akan dibahas bersama melalui Musyawarah Desa (Musdes).

“Kalau permasalahan anggaran  dari desa, itu tergantung bagaimana meraka membuat pengajuan kepada desa. Apa permintaannya akan kita bahas bersama nanti di Musdes”, ungkap Umar.

Laporan dan editor : Ilham Idhar.

Pos terkait