Bupati Resmi  Umumkan ASN “Libur” Dua Pekan, Kadisdik : “Guru Tetap Masuk”

  • Whatsapp

BATURAJA (KP),- Bupati Kabupaten OKU, H Kuryana Azis resmi mengumumkan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) OKU “libur”. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19), berpijak pada instruksi pemerintah pusat.

“Karena beberapa daerah sudah ada yang meliburkan ASN-nya maka kita juga mengambil kebijakan libur. Bukan libur tapi bekerja di rumah,” tegas Kuryana dalam jumpa pers di Kantor Pemkab OKU, Jumat (20/3) sore.

Kebijakan “meliburkan” ASN Pemkab OKU masuk kantor tersebut kata Kuryan hanya berlaku untuk staf atau pegawai golongan rendah. Selain itu tidak berlaku bagi enam instansi yang sifatnya pelayanan publik. Yaitu, rumah sakit, puskesmas, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kantor Lurah, Kantor Camat, dan Kantor Perizinan.

“Selain enam instansi tersebut stafnya bekerja di rumah tapi untuk pejabat esselon II dan esselon III tetap bekerja di kantor,” jelasnya.

Adapun jam kerjanya bagi pejabat esselon II dan III dikurangi dari hari-hari biasa. Yakni masuk pukul 09.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB. Kebijakan “libur” bagi pegawai staf selain enam isntansi disebut diatas dan tetap ngantor bagi para pejabat esselon II dan esselon III berlaku mulai Senin 23 Maret 2020 hingga 5 April 2020 atau 14 hari kerja.

Perlu dicatat, tegas Bupati, para staf yang diliburkan untuk bekerja di rumah harus benar-benar ada di rumah. Bila ketahuan meninggalkan rumah seperti mudik maka akan disanksi. “Yang libur ini staf-staf, pejabat esselon empat kebawah. Tapi dia ada di rumah. Kalau saat dibutuhkan mengerjakan tugas kantornya maka harus stanby di rumah. Jika tidak ada di rumah sanksi. Saya sendiri yang memberikan sanksinya,” tegas Bupati.

Lihat juga  Kurang Dari 24 Jam, Pelaku Pembunuhan di Pasar Unit 2 Berhasil Diamankan

Berbeda dengan guru. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) OKU Teddi Meilwansyah SSTP MM mengatakan guru tidak libur. Meski sekolah dan para pelajar sudah berlaku “diliburkan” belajar di rumah efektif 19 Maret 2020. “Kalau untuk guru memang tidak ada instruksinya dari pemerintah pusat. Jadi mereka tetap masuk sekolah,” katanya.

Namun, sambung Teddy, dengan adanya kebijakan Pemkab OKU melalui Bupati OKU Kuryana Azis, yang “meliburkan” ASN esselon IV ke bawah (staf), pihaknya masih mencari formula yang tepat agar guru juga bisa bekerja dari rumah. “Mungkin nanti akan kita pikirkan semacam piket kepala sekolah atau formula lainnya yang tepat dan bisa menyesuaikan kebijakan bupati terkait liburnya ASN,” ujarnya. (KP).


Laporan : Syahril


Pos terkait